Halaman

Rabu, 25 Maret 2009

Dioda

Dioda adalah sambungan bahan p-n yang berfungsi terutama sebagai penyearah. Bahan tipe-p menjadi sisi anoda sedangkan bahan tipe-n menjadi katoda.

Bergantung pada polaritas tegangan yang diberikan kepadanya, dioda bisa berlaku sebagai sebuah saklar tertutup (apabila bagian anoda mendapatkan tegangan positif sedangkan katodanya mendapatkan tegangan negatif) dan berlaku sebagi saklar terbuka (apabila bagian anoda mendapatkan tegangan negatif sedangkan katoda mendapatkan tegangan positif).

Kondisi tersebut terjadi hanya pada dioda ideal-konseptual. Pada dioda faktual (riil), perlu tegangan lebih besar dari 0,7 volt (untuk dioda yang terbuat dari bahan silikon) pada anoda terhadap katoda agar dioda dapat menghantarkan arus listrik.

Tegangan sebesar 0,7 volt ini disebut sebagai tegangan halang (barrier voltage). Dioda yang terbuat dari bahan Germanium memiliki tegangan halang kira-kira 0,3 volt,
dioda pemancar cahaya atau LED adalah dioda yang memancarkan cahaya bila dipanjar maju.

Dioda foto (fotovoltaic) digunakan untuk mengubah energi cahaya menjadi energi listrik searah
dioda laser digunakan untuk membangkitkan sinar laser taraf rendah, cara kerjanya mirip LED

Dioda Zener digunakan untuk regulasi tegangan.

Dioda kristal telah populer sebelum dioda termionik, termionik dan dioda keadaan padat telah dikembangkan secara paralel.

Dioda Semikonduktor
Dioda yang ada pada saat ini didasarkan pada simpangan p-n semikonduktor. Dalam dioda p-n, arus konvensional dapat mengalir dari sisi tipe-p (anoda) ke sisi tipe-n (katoda), tetapi tidak dapat mengalir secara kebalikannya. Dioda semikonduktor Tipe lain, Dioda schottky, dibentuk dari hubungan antara logam dan semikonduktor dengan simpangan p-n.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikanlah komentar anda :